• Free counters!

Gita Bakti No. 42 – 53

Perjanjian Lama
 
 
GB.42 : 1 – 4   “TUHAN TERANGKU DAN KESELAMATANKU”
do=d     4 ketuk    MM + 72      
 
1) Tuhan terangku dan keselamatanku;
kepada siapa aku takut dan gentar?
Tuhanlah benteng pertahanan hidupku;
terhadap siapa harus aku gemetar?
 
2) Saat penjahat memerangi diriku,
untuk memangsa dan memakan dagingku,
maka semua musuhku sendirilah
yang tergelincir, lalu jatuh dan rebah.
 
3) Walau tentara yang berkemah mengepung,
tak akan takut hatiku sedikit pun,
sekali pun pecah perang melawanku,
dalam hal itu pun tak goyah imanku.
 
4) Kepada Tuhan hanya satu pintaku:
Diam di rumah-Nya seumur hidupku,
menjadi saksi kemurahan-Nya terus
dan menikmati bait Tuhan yang Kudus.
 
Syair dan Lagu : Budi Tegas Priyanto 2002, berdasarkan Mazmur 27 : 1-4
 
GB.43    “KISAH DUA ANAK KEMBAR”
do=d    4 ketuk
 
Kisah dua anak kembar: Esau dan Yakub namanya.
Yang sulung pandai berburu, si adik rajin memasak.
Yang sulung tinggal di padang, yang bungu suka di kemah.
Ketika yang sulung pulang, lelah dan lapar yang sangat,
demi sepiring makanan dijualnya hak kesulungan.
Kisah dua anak kembar. Esau dan Yakub namanya.
 
Syair : Sintiche Pattinaja-Dethan 2009, Kejadian 25 : 19-34
Lagu : M. Karatem 2009
 
GB.44 : 1 – 5    “PUJILAH TUHAN, HAI JIWAKU”
do=c     4 ketuk    MM + 92
 
1) Pujilah Tuhan, hai jiwaku;
pujilah nama-Nya yang kudus, segenap batinku.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, 
dan janganlah lupakan s’gala kebaikan-Nya.
 
2) Tuhan ampuni kesalahanmu
dan penyakitmu juga disembuhkan oleh-Nya.
Dialah juga yang menebus hidupmu
dan bebaskan dari alam maut kejam.
 
3) Tuhan memb’ri mahkota padamu
oleh rahmat-Nya yang besar tiada taranya.
Masa mudamu menjadi baru
bagai burung rajawali kuat dan megah.
 
4) Tuhan Penyayang juga Pengasih, 
panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya.
Tidak selalu Dia dendam
dan tidak dibalas-Nya kesalahan umat-Nya.
 
5) Setinggi langit di atas bumi,
demikian kasih Tuhan bagi umat-Nya;
Dia jauhkan segala pelanggaran kita
agar hidup kita s’lamatlah.
 
Syair dan lagu : Abraham Ferdinandus 2010, Tim Kerja Gita Bakti 2010, berdasarkan Mazmur 103:1-5, 8-12
 
 
GB.45 : 1 – 6   “NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU”
do=f     4 ketuk      MM + 108
 
1) Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Allah,
Pencipta cakrawala.
Segala Serafim, Kerubim,
pujilah Dia, besarkanlah nama-Nya.
Bersorak-sorai bagi Rajamu!
Bersorak-sorai bagi Rajamu!
 
2) Puji Dia, wahai mentari, wahai bulan,
sembahlah Dia terus,
dan wahai bintang-bintang terang
yang gemerlapan, muliakan Penciptamu.
Bersorak-sorai bagi Rajamu!
Bersorak-sorai bagi Rajamu!
 
3) Wahai langit yang mengatasi s’gala langit,
mazmurkanlah Tuhanmu,
hai air di atas langit, turut memuji Tuhan,
muliakan Penciptamu,
Bersorak-sorai bagi Rajamu!
Bersorak-sorai bagi Rajamu!
 
4) Biar bergemuruh samud’ra dan isinya
serta isi dunia.
Dan biar sungai, gunung, bukit, lembah
bertepuk tangan bersama-sama.
Bersorak-sorai bagi Rajamu!
Bersorak-sorai bagi Rajamu!
 
5) Wahai raja-raja dan pembesar di bumi
yang mem’rintah dunia,
teruna, anak dara, yang tua dan yang muda,
ucap syukur pada-Nya.
Bersorak-sorai bagi Rajamu!
Bersorak-sorai bagi Rajamu!
 
6) Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Allah, 
semua ciptaan-Nya,
semesta alam, pujilah Tuhan yang di sorga,
nyanyikan Haleluya.
Bersorak-sorai bagi Rajamu!
Bersorak-sorai bagi Rajamu!
 
Syair : T. Lubis 1988, berdasarkan Mazmur 148
Lagu : Tradisional Batak Toba
 
 
GB.46 : 1 – 4    “JANGANLAH, HAI ANAKKU”
do=d    3 dan 4 ketuk      MM + 72
 
1) Janganlah, hai anakku,
ajaran ibumu engkau sia-siakan.
Jagalah, hai anakku,
perintah dan nasihat ayahmu.
 
2) Tambatkanlah selalu
semua Firman Tuhan pada loh hatimu,
dan jadikanlah kalung
yang menghiasi pada lehermu.
 
3) Jikalau kau berjalan, 
setiap langkahmu dipimpin oleh Tuhan.
Di saat kau terbangun,
engkau disapa oleh kasih-Nya.
 
4) Ingatlah, hai anakku,
perintah Tuhan, itu suluh di jalanmu.
‘Kau akan dilindungi
dari godaan yang menyesatkan.
 
Syair dan lagu : Abraham Ferdinandus 2010, berdasarkan Amsal 6:20-24
 
GB.47 : 1 – 4   “‘KU MENGASIHI TUHAN”
do=d    4 ketuk      MM + 66
 
1) ‘Ku mengasihi Tuhan kar’na Ia mendengarkan
suara permohonan yang selalu kupanjatkan.
Ia pun menyendengkan telinga-Nya kepadaku,
seumur hidupku ‘ku mengadu pada-Nya.
Ref. :
Bagaimana aku membalaskan kasih-Nya,
pun kebajikan-Nya yang tercurah bagiku?
 
2) Dunia orang mati sangat menggentarkan aku,
tali-tali maut sudah melilit hidupku.
Tuhan luputkan aku dari duka dan himpitan;
kar’na hanya Dia, Penyelamat jiwaku!
Ref. : …….
 
3) Hai, jiwaku tenanglah kar’na Tuhan mahabaik,
Dia meluputkan aku dari alam maut.
Aku tetap berjalan di hadapan Tuhan Allah
dan tetap percaya pada janji-janji-Nya.
Ref. : ……..
 
4) Aku akan mengangkat cawan keselamatanku,
sambil menyerukan nama Tuhan yang kudus.
Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan
dan mengucap syukur di hadapan umat-Nya.
Ref. : ……..
 
Syair : Tim Kerja Gita Bakti 2009, berdasarkan Mazmur 116:1-14
Lagu : F. Lango 2007 dan Tim Kerja Gita Bakti 2009
 
GB.48    “GURUN PASIR AKAN BERSUKACITA”
re=e      4 ketuk       MM + 92
 
Gurun pasir akan bersukacita,
tanah kering akan bersorak-sorai
seperti, seperti bunga mawar,
padang gurun ‘kan berbunga!
Mata air ‘kan terbit di sana,
sungai mendirus padang belantara:
tanah gersang sungguh ‘kan menjadi
sumber-sumber air!
 
Syair : H.A. Pandopo 1987, berdasarkan : Yesaya 35:1-21, 6b
Lagu : Tarian rakyat Yahudi
 
GB.49 : 1 – 3   “DARI PADANG GURUN”
do=g       4 ketuk     MM + 100
 
1) Dari padang gurun, suara terdengar,
“Persiapkan jalan bagi Tuhanmu;
ratakanlah bukit, gunung dan lembah;
luruskanlah juga tanah berlekuk!”
Ref. :
Hosiana, hosiana, mari sambut Rajamu,
Dia datang dalam kemuliaan-Nya.
Hosiana, hosiana, mari puji nama-Nya:
Dia, Raja adil dan benar.
 
2) Kemuliaan Tuhan dinyatakan-Nya.
umat manusia ‘kan melihatnya.
S’luruh makhluk alam takut dan gentar
Tuhan akan datang, bumi bergetar.
Ref. : ……..
 
3) Pintu yang tertutup hai terbukalah;
kar’na akan masuk Raja semesta.
Siapa yang dimaksud Raja semesta?
Yesus Kristus, Tuhan, itu nama-Nya.
Ref. : ……..
 
Syair dan lagu : Abraham Ferdinandus 2010, berdasarkan Yesaya 40: 3-5
 
GB.50 : 1 – 3    “LANGIT MENCERITAKAN”
do=c     4 ketuk      MM + 88
 
1) Langit menceritakan kemuliaan Tuhan
dan cakrawala juga memb’ritakan karya-Nya.
Malam berganti pagi cerah menyampaikan firman-Nya;
bulan dan matahari pancarkan kuasa-Nya;
 
2) Di gunung dan di lembah nyata kasih Tuhan;
di darat, di lautan tersembunyi berkat-Nya.
Burung terbang berkicau senang memenuhi angkasa.
Bumi dan seisinya memuji Khaliknya.
 
3) Limpah anug’rah Tuhan bagi ciptaan-Nya;
seluruh umat Tuhan hidup dari tangan-Nya.
Pujian syukur pun bergema menghiasi semesta,
kasih setia Tuhan selama-lamanya.
 
Syair dan lagu : Abraham Ferdinandus 2010, berdasarkan Mazmur 19:1-7
 
GB.51 : 1 – 4    “HIBURKANLAH, HIBURKANLAH UMATKU”
do=bes      4 ketuk     MM + 90
 
1) Hiburkanlah, hiburkan umat-Ku,
tenangkanlah hati Yerusalem,
serukanlah, serukan pada-Nya:
“Perhambaan telah berakhirlah,
kesalahannya diampuni
dan hukumannya diakhiri.”
 
2) Terdengarlah suara berseru:
“Persiapkanlah jalan Tuhanmu
di belantara dan di padang pun
luruskan jalan bagi Allahmu.”
Kemuliaan-Nya dinyatakan
kepada umat manusia.
 
3) Seluruh makhluk hidup di dunia
bagai kembang dan rumput di lembah,
mereka akan layu dan kering
bila ditiup oleh nafas-Nya.
Tetapi firman Tuhan Allah,
tetap untuk selamanya.
 
4) Nyaringkanlah suaramu, hai Sion!
Di atas gunung-gunung yang tinggi.
Katakanlah kepada Yehuda:
“Lihatlah, Dia, Tuhan Allahmu,
bagai Gembala yang di pdang
membawa pulang yang terbuang.”
 
Syair : Untung Ongkowidjaja (berdasarkan Yesaya 40:1-11) 1990
Lagu : Tradisional Batak Simalungun (disederhanakan)
 
 
GB.52 : 1 – 3     “YA TUHAN, SIAPAKAH YANG BOLEH DIAM”
do=g     4 ketuk        MM + 96
 
1) Ya Tuhan, siapakah yang boleh diam
di dalam kemah-Mu?
Dia yang berlaku tidak bercela;
dan melakukan yang adil.
 
2) Ya Tuhan, siapakah yang boleh naik
ke gunung kudus-Mu?
Dia yang berkata jujur dan benar
dengan segenap hatinya.
 
3) Siapakah yang tak menyebarkan fitnah
tentang sesamanya,
dan tidak memandang hina yang rendah,
tak akan goyah s’lamanya.
 
Syair : Tim Kerja Gita Bakti 2011, berdasarkan Mazmur 15
Lagu : Jecron Lubis 2010
 
GB.53 : 1 – 4   “FIRMANMU TUHAN”
do=g     4 ketuk   MM + 84
 
Ref. :
Firman-Mu Tuhan suluh bagi langkahku 
dan terang di jalanku.
Haleluya, amin.
 
1) Teriakku sampai pada Tuhan, 
berikanlah aku pengertian-Mu.
Permohonanku hanya pada-Mu,
bebaskanlah aku sesuai janji-Mu.
Ref. :  ……..
 
2) Bibirku mengucapkan pujian,
Kau ajarkan aku pengertian-Mu.
Lidahku menyanyikan janji-Mu
karena benarlah s’gala p’rintah-Mu.
Ref. : ……..
 
3) Tangan-Mu menjadi penolongku
kar’na aku pilih titah-titah-Mu
karya s’lamat Tuhan kurindukan
dan taurat-Mu jadi kesukaanku.
Ref. : ………
 
4) Biar jiwaku memuji Tuhan,
biar ‘ku ditolong oleh hukum-Mu,
cari aku domba-Mu yang hilang,
tidak kulupakan p’rintah-p’rintah-Mu
Ref. : …….
 
Syair dan lagu : Arnoldus Isaak Apituley 2007, berdasarkan Mazmur 119
 
Tagged , , . Bookmark the permalink.